artikel

Sistem Header Pada Pipa

Sistem Header Pada Pipa – merupakan sistem instalasi pipa yang terdiri dari pipa utama yang nantinya menghubungkan ke pipa pengeluaran dari pipa pengeluaran selanjutnya dihubungkan ke jaringan pipa distribusi.

Sistem Header Pada Pipa

Pipa utama biasanya berdiameter lebih besar dari pipa pengeluaran dan pipa distribusi biasanya lebih kecil daripada pipa penggeluaran. Untuk menghubungkan sistem header ini biasanya diperlukan beberapa pelengkapan yaitu : flexible joint, check valve, gate valva dan fitting-fitting lainnya.

Pipa HEADER, adalah pipa untuk membagi tekanan agar debit air di setiap titik kran sama tekanannya. (kebanyakan rumah di kampung termasuk rumah saya, tidak menggunakan sistem header, namun pipa dari pompa dorong/ torn langsung dicabang-cabang ke segala penjuru titik. Akibatnya, jika kran 1 dan kran 2 dibuka, maka kran 3 dan 4 bisa jadi tidak kebagian air. Bagian ini (pipa header) menjadi bagian paling penting dlm sistem plumbing.

Berikut ini skema pemipaan dalam sebuah rumah tinggal menggunakan sistem header :

  1. Air dari PDAM dialirkan masuk ke torn/ tanki air yg diletakkan di lantai atap, lewat pipa 3/4″ (jika pakai pipa 1/2″ spt kebanyakan rumah di kampung, kerja pompa jetpump menjadi berat, dan jika pakai pipa 1″ tenaga dorongnya kurang).
  2. Air dari torn disalurkan ke pompa dorong (booster) dg pipa 1″. Pasang gate valve (GV 1) agar saat ada perbaikan pompa booster, air dalam torn tidak perlu dikosongkan. Out-take dari pompa dorong dicabang 2, satu ke pipa header dan satunya lagi masuk pemanas air. Standar pompa dorong yg dipakai (sesuai pengalaman kami), utk luas bangunan 150-200 m2 bisa kita pakai pompa 125 watt, luas rumah 250-350 kita pakai 180 watt, dst.
  3. Pasang GV 2 dan GV 3 sebagai jalur by-pass, agar saat dilakukan perbaikan pompa booster, kebutuhan air bersih utk kamar mandi, dapur, dll dapat tetap tercukupi dg memanfaatkan gravitasi bumi.
  4. Pipa distribusi dari pipa header turun ke bawah menggunakan pipa 1″. Saat berbelok menuju titik kran, pipa diperkecil menjadi 3/4″, dan pd titik akhir disambung dg knee drat 1/2″. Yang perlu diingat adalah, utk kebutuhan 1 titik kran harus 1 tarikan dari pipa header. Dalam hal pipa suplai utk closet dan wastafel digabung, masih diijinkan dg asumsi pemakaian closet dan wastafel tdk berbarengan.
  5. Semua pipa distribusi (pipa turun dari header) tertanam dalam dinding, sedangkan pipa mulai dari torn hingga header dipasang scr terbuka/ tidak ditanam. Jika skema tersebut diterapkan, bisa kita jamin aliran air akan lancar dan memuaskan.

Contoh Penerapan Sistem Ini Pada Pipa PPR :

Sistem Header Pada Pipa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *